Orang-orang berbaring di tempat tidur dan yang lainnya berdiri di samping mereka (© Xiong Qi/Xinhua/Getty)
Pasien terinfeksi coronavirus terlihat pada 5 Februari di rumah sakit darurat di Wuhan, China yang asalnya sebuah pusat pameran. (© Xiong Qi/Xinhua/Getty)

Amerika Serikat telah menjanjikan untuk mengeluarkan dana hingga100 juta dolar AS guna melawan penyakit virus corona COVID-19 di luar negeri. Hal ini menunjukkan keberlanjutan kepemimpinan AS dalam peperangan global melawan penyakit menular.

“Komitmen ini — bersama dengan ratusan juta dolar yang disumbangkan secara murah hati oleh sektor swasta Amerika — menunjukkan kepemimpinan AS yang kuat dalam menghadapi wabah,” kata Menteri Luar Negeri AS, Michael R. Pompeo, pada tanggal 7 Februari ketika mengumumkan bantuan tersebut.

Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengumumkan pada tanggal 2 Maret komitmen untuk menyalurkan pembiayaan sebesar 37 juta dolar untuk 25 negara yang terkena COVID-19 atau mengalami risiko tinggi penyebarannya. Dana tersebut dipergunakan untuk membiayai upaya penguatan laboratorium, komunikasi risiko, dan distribusi Alat Perlindungan Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung.

Graphic with "The U.S. has committed up to $100 million to combat the deadly coronavirus" (State Dept.)
(State Dept.)

Penyakit ini pertama kali terdeteksi di Wuhan yang terletak di Provinsi Hubei, China, tetapi telah menyebar ke seluruh dunia.

Bantuan AS mencerminkan keberlanjutan komitmen Amerika Serikat untuk mencegah dan mengobati penyakit menular. Seperti yang tecantum dalam Strategi Keamanan Kesehatan Global, AS bermitra dengan negara-negara lain untuk meningkatkan pencegahan, deteksi, dan tanggap terhadap ancaman penyakit menular pada sumbernya.

Sejak 2009, USAID telah berinvestasi lebih dari 1 miliar dolar untuk membantu mencegah, mendeteksi, dan merespon ancaman kesehatan endemik dan berkembang, termasuk penyakit seperti COVID-19.

Pendanaan pemerintah AS ini merupakan tambahan dari ratusan juta dolar lainnya yang telah dinyatakan komitmennya oleh organisasi-organisasi AS untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Empat orang dalam pakaian pelindung memberikan isyarat jempol (© Project HOPE)
Dokter di Hubei Provincial Hospital of Integrated Chinese and Western Medicine, mengenakan APD peralatan yang baru dikirimkan melalui Proyek HOPE pada 6 Februari. (© Project HOPE)

Lembaga-lembaga bantuan telah mengirim sumbangan lebih dari 2 juta masker respirator, 11.000 pakaian pelindung, dan 280.000 pasang sarung tangan nitrile untuk mengatasi meroketnya permintaan di Provinsi Hubei, menurut Project HOPE, sebuah lembaga nirlaba berbasis di AS.

Perusahaan farmasi AS, antara lain Inovio dan Johnson & Johnson, juga bekerja keras untuk menemukan vaksin.