AS dan 10 Negara Indo-Pasifik Gelar Latma Anti-pembajakan

Personil militer dari Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia selama latihan bersama SEACAT 2019 (Angkatan Laut AS/Spesialis Komunikasi Massa Kelas 2 Christopher A. Veloicaza)
Personil militer dari Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia selama latihan bersama SEACAT 2019 (Angkatan Laut AS/Spesialis Komunikasi Massa Kelas 2 Christopher A. Veloicaza)

Bulan ini, negara-negara di kawasan Indo-Pasifik bergabung dalam latihan bersama (Latma) Southeast Asia Cooperation and Training (SEACAT) ke-18 untuk melawan pembajakan dan penyelundupan.

Latma tahun ini mengikutsertakan 14 kapal dan lebih dari 400 personel dari 11 negara. Latma ini menggunakan skenario sungguhan untuk berlatih melacak, menghentikan, naik, dan mencari kapal di laut.

“Tahun ini, lebih banyak negara mitra daripada sebelumnya, berpartisipasi dalam SEACAT untuk berbagi tantangan dan praktik terbaik mereka,” ucap Laksamana Pertama Joey Tynch dari Angkatan Laut AS. “Tidak ada tempat yang lebih baik guna memperkuat kemampuan kita untuk merasakan, berbagi, dan merespons selain bekerja bersama di laut.”

Bangladesh, Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam semuanya mengambil bagian dalam latma SEACAT tahun ini.

Personil angkatan laut AS, Thailand dan Indonesia selama SEACAT di Markas Penjaga Pantai Filipina di Manila, Filipina (Angkatan Laut AS/Spesialis Komunikasi Massa Kelas 2, Christopher A. Veloicaza)
Personil angkatan laut AS, Thailand dan Indonesia selama SEACAT di Markas Penjaga Pantai Filipina di Manila, Filipina (Angkatan Laut AS/Spesialis Komunikasi Massa Kelas 2, Christopher A. Veloicaza)

Di samping latihan angkatan laut, penjagaan pantai, dan penegakan hukum, latma ini memberikan kesempatan bagi pasukan keamanan negara-negara Indo-Pasifik untuk berbagi gagasan dan bekerja bersama para tetangga kawasan mereka.

Amerika Serikat memiliki “komitmen berkelanjutan  untuk menjunjung tinggi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di mana semua negara, besar dan kecil, aman di dalam kedaulatan mereka,” ucap mantan Menteri Pertahanan, Patrick Shanahan, pada bulan Juni. “Amerika Serikat merupakan negara Pasifik; kami terhubung dengan para tetangga kami di Indo-Pasifik melalui ikatan yang tak terpecahkan dari sejarah, budaya, perdagangan, dan nilai-nilai bersama.”