Kamus Menambahkan Kata-kata Baru Seiring Evolusi Bahasa Inggris Amerika

Saat para penutur bahasa Inggris Amerika menciptakan berbagai frasa yang sesuai dengan situasi masa kini, kamus pun tak ketinggalan menambahkan kata-kata baru.

Entri terkini banyak dipengaruhi oleh pandemi dan semakin meningkatnya apresiasi terhadap keberagaman dalam populasi AS.

Sejauh ini, kamus Merriam-Webster dan website Dictionary.com (yang berdasarkan Unabridged Dictonary dari Random House Webster) telah menambahkan ratusan kata dan frasa baru pada tahun ini.

Menyambut “kenormalan baru” selama pandemi, Merriam-Webster memasukkan kata pod dan bubble, yang keduanya didefinisikan sebagai “kelompok orang yang umumnya berskala kecil (seperti anggota keluarga, teman, kolega, atau teman kelas) yang secara rutin berinteraksi dekat dengan satu sama lain namun hanya berinteraksi dengan segelintir atau tidak berinteraksi sama sekali dengan kelompok lainnya demi meminimalisasi keterpaparan dan mengurangi penyebaran selama wabah penyakit menular.”

Dictionary.com menambahkan elbow bump (temu siku), yakni sebutan untuk ritual sosial baru yang higienis, yang menggantikan jabat tangan yang identik dengan kuman.

Pengaruh beragam

Para pencinta berita pasti mengenal istilah second gentleman, yang ditambahkan oleh Merriam-Webster akibat semakin banyaknya liputan berita tentang suami Wapres Harris, Douglas Emhoff, pria pertama yang memegang posisi kehormatan tersebut. (Definisinya adalah “suami atau pasangan pria dari wapres atau pemegang jabatan tertinggi kedua di sebuah negara atau yurisdiksi.”)

Di Dictionary.com, leksikograf Heather Bonikowski dan redaktur pelaksana John Kelly menyebutkan “adanya peningkatan kesadaran akan ketidaksetaraan, ketidakadilan, serta penyebab mendalamnya” yang memicu banyak badan usaha memulai inisiatif meningkatkan keadilan di tempat kerja. Hasilnya, akronim DEI (diversity, equity, inclusion atau keragaman, kesetaraan, dan inklusi) dan JEDI (justice, equity, diversity, inclusion atau keadilan, kesetaraan, keragaman, dan inklusi) telah masuk ke sumber referensi tersebut.

Sebagai barometer kreativitas dan dinamika bahasa Inggris, tidak ada hal yang lebih tepat selain bahasa gaul. “Media sosial kulit hitam telah berjasa melahirkan kata gaul super populer yeet yang asyik dan multifungsi, digunakan baik sebagai interjeksi menyenangkan atau kata kerja untuk berbagai bentuk gerakan yang cepat dan kuat,” tulis Bonikowski dan Kelly dalam blognya.

Demikian pula dengan finna, yang diartikan sebagai “ejaan fonetik yang merepresentasikan varian bahasa Inggris vernakular Afrika Amerika dari fixing to, sebuah frasa yang umum digunakan dalam dialek AS bagian selatan untuk menandai masa depan yang dekat sembari menunjukkan persiapan atau perencanaan yang sudah berjalan.” Arti kata ini dapat terlihat dalam kalimat seperti “Oh, no, she finna break his heart!” (Oh tidak, dia akan membuatnya patah hati!).

Dan kata ganti y’all (sebuah varian dari you-all, telah lama diasosiasikan dengan bahasa Inggris Amerika bagian selatan dan bahasa Inggris kulit hitam) kini semakin populer di kalangan remaja. Bonikowski dan Kelly mencatat bahwa y’all kini lebih berfungsi menyampaikan nada informal daripada identitas regional. Kata ini, menurut mereka, populer di kalangan para mantan pengguna kata you guys — kelompok orang yang mengapresiasi ketiadaan asosiasi gender dengan y’all.